BOJONEGORO | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro resmi menetapkan delapan Proyek Strategis Daerah (PSD) untuk tahun anggaran 2026. Total anggaran yang dialokasikan mencapai Rp175 miliar dengan fokus utama pada penguatan infrastruktur perdagangan, revitalisasi ruang publik, serta peningkatan aksesibilitas wilayah yang diharapkan dampaknya dapat langsung dirasakan oleh masyarakat luas.
Penetapan proyek-proyek strategis ini tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Bupati Bojonegoro Nomor 188/101/KEP/412.013/2026 yang ditetapkan pada tanggal 12 Maret 2026. Langkah ini diambil sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mempercepat pemulihan ekonomi melalui penyediaan fasilitas publik yang representatif dan infrastruktur yang mantap.
Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, menjelaskan bahwa penetapan PSD ini dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai faktor krusial. Selain bernilai anggaran yang besar dan berdampak strategis bagi masyarakat, proyek-proyek ini juga memiliki kompleksitas tinggi serta telah tercantum dalam dokumen perencanaan daerah, mulai dari RPJMD, RKPD, hingga APBD.
“Pemilihan proyek ini juga mempertimbangkan isu strategis daerah yang berdampak luas terhadap masyarakat dan perekonomian, serta sinkronisasi kebijakan daerah dengan kebijakan nasional dan provinsi,” ujar Bupati Setyo Wahono, Jumat (28/03/2026).
Lebih lanjut, Bupati menegaskan bahwa karena sifatnya yang strategis dan bernilai besar, pelaksanaannya akan memerlukan pengawasan khusus dari berbagai pihak, termasuk APIP (Aparat Pengawasan Intern Pemerintah), UKPBJ (Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa), hingga KPK untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas.
Adapun delapan PSD yang akan dikerjakan pada tahun 2026 tersebut meliputi berbagai sektor vital yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat:
1. Pembangunan Pasar Kota Bojonegoro
Menempati porsi anggaran terbesar yaitu Rp80,036 miliar, proyek ini menjadi prioritas utama untuk menunjang kegiatan ekonomi dan perdagangan masyarakat.
2. Penataan Alun-Alun Bojonegoro
Dengan anggaran Rp28 miliar, ruang publik ikonik ini akan direvitalisasi agar menjadi tempat yang lebih nyaman, indah, dan representatif bagi warga.
3. Pelebaran Jalan Purwosari-Glagah
Dianggarkan sebesar Rp21,258 miliar untuk meningkatkan kapasitas jalan dan kelancaran arus lalu lintas.
4. Rekonstruksi Jalan Ngambon-Bobol
Mendapatkan alokasi dana Rp15,957 miliar guna memperbaiki dan memperkokoh struktur jalan.
5. Penggantian Jembatan Mojorejo-Tapelan (Ruas No. 141) Kecamatan Ngraho
Proyek keselamatan dan konektivitas ini bernilai Rp15,110 miliar.
6. Rehabilitasi Masjid Jami’ Darussalam Bojonegoro
Sebagai pusat kegiatan keagamaan dan sejarah, masjid ini akan direhabilitasi dengan anggaran Rp7,852 miliar.
7. Pembangunan Pelindung Tebing Sungai/Kali Desa Hargomulyo, Kecamatan Kedewan
Untuk mitigasi bencana dan perlindungan wilayah senilai Rp4,059 miliar.
8. Pembangunan Pelindung Tebing Sungai/Kali Desa Ngaglik, Kecamatan Kasiman
Dengan anggaran Rp3,1 miliar untuk menjaga kestabilan tebing dan keamanan warga.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Setyo Wahono mengimbau seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk segera melakukan percepatan proses administrasi. Hal ini dilakukan agar pelaksanaan fisik di lapangan dapat dimulai tepat waktu sesuai jadwal yang telah ditentukan.
“Kami minta proses administrasi dipercepat agar pelaksanaan fisik bisa jalan sesuai target. Karena proyek-proyek ini manfaatnya langsung untuk warga dalam bentuk fasilitas yang berkualitas,” tegasnya.
Dengan terealisasinya proyek-proyek strategis ini, Pemkab Bojonegoro optimis pertumbuhan ekonomi daerah akan semakin meningkat. Selain itu, pembangunan di berbagai sektor diharapkan dapat berjalan lebih merata dan berdampak positif langsung terhadap kesejahteraan masyarakat Bojonegoro.
Pewarta : Gok Ras







